Gambaran Kebersamaan
SEE:
Pada bulan September sampai dengan bulan Oktober seluruh kelas 9 SMP Santa Maria melaksanakan tugas Saint Mary's Ways, pada hari jumat di bulan September seluruh kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, saya menjadi salah satu dari beberapa orang yang berangkat mengunjungi panti wreda , di sana banyak sekali lansia yang tinggal. Saat itu kami berangkat melaksanakan tugas Saint Mary's Ways, kami berjumlah 16 orang, karena ada beberapa yang tidak hadir pada saat pelaksanaan. Di sana saya bertugas untuk dokumentasi materi presentasi pada hari jumat. Beberapa hari sebelum berangkat ke panti wreda, kami membuat perencanaan terlebih dahulu di sekolah, kami berdiskusi mengenai kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan di sana, dana yang dibutuhkan untuk membeli barang dan konsumsi, dan kami juga membagi tugas agar tidak ada yang menganggur dan agar semua dalam kelompok mendapatkan nilai yang baik.
Sesampainya di panti, kami pertama berkumpul terlebih dahulu di gereja, setelah semuanya berkumpul kami pun pergi masuk ke panti. Saat di dalam panti, aku dan Krisna mencoba mendorong oma-oma yang sedang duduk di kursi roda, kami mendorongnya sampai ke aula. Saat semua sudah berkumpul di aula, kita memulai acaranya dengan prekenalan dan berdoa bersama, Setelah berdoa bersama kami pun bermain dan bernyanyi bersama, ada beberapa oma-oma yang menunjukan bakatnya seperti menyanyi Mandarin dan bermain harmonika. Saat di tengah acara, ada beberapa dari teman kami yang harus keluar untuk menghadiri lomba basket. Setelah itu kami pun melanjutkan acara dengan bermain dan bercerita, semua oma-oma disana memiliki cerita masa mudanya yang menarik, dan setelah mendengar cerita, mereka menyampaikan nasihat kepada kami dan kamipun menyampaikan nasihat yang mereka berikan di depan semuanya. setelah itu kami pun makan siang. Oma-oma di sana makan buah-buahan yang kami siapkan, sementara kita makan roti coklat.
Setelah semua itu, sekitar pukul 12.00 kami menyelesaikan acara dengan mengi sebuah kertas yang dibutuhkan untuk penilaian, namun sebelumnya kami mendengarkan sambutan dari salah satu nenek di sana, nenek yang menyampaikan pidato tersebut berasal dari Filipina dan beliau berbicara dalam bahasa Inggris. Setelah menyampaikan pidatonya, kami semua bernyanyi bersama. Setelah semua itu, kami berpamitan dengan para nenek dan karyawan di sana, kami meninggalkan gedung bersama-sama dan kembali ke rumah masing-masing, kecuali saya karena ayah saya masih bertugas sebagai panitia pemilihan pengurus koperasi hingga malam hari.
Pada hari senin sampai kamis, kami mengerjakan canva untuk presentasi Saint Mary Ways pada hari jumat. Pada hari kamis, kami pun berlatih presentasi di aula, tetapi disana hanya ada beberapa kelompok yang berlatih langsung di atas panggung karena kita harus pulang jam 3 sementara kita mulai presentasi jam 2 lebih, karena itulah kami harus berlatih bagian kami masing-masing dan kita juga harus berlatih dengan serius karena kami akan presentasi bukan hanya didepan guru dan teman-teman saja, tetapi di depan orang tua juga. Pada haris jumat tanggal 17, kami pun melaksanakan presentasi di aula, pada saat presentasi semua berjalan lancar dan orang tua juga senang dan mendukung kegiatan Saint Mary Ways ini.
Apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan disana?
pada saat saya di panti, saya mendengarkan oma yang sedang bercerita, ia bercerita tentang masa lalunya yang merupakan sebuah fotografer, namanya ibu Jati, dan seingatku dulunya ia adalah seorang fotografer, Saya waktu itu merasa senang karena ada fotografer yang lebih berpengalaman dari saya dan dia juga menceritakan masa lalunya sebagai fotografer dan memberiku beberapa nasihat yang saya bisa gunakan di kemudian hari.
Apa peran saya disana?
Tugas saya disana yaitu sebagi dokumentasi untuk mendokumentasikan kegiatan di sana dan juga sebagai bukti untuk ditunjukan pada saat presentasi nanti.
JUDGE:
Dari pengalaman ini, saya belajar menjadi pribadi yang rendah hati, rela melayani sesama, dan tidak sombong. Dari pengalaman ini juga saya dapat memperkuat komitmen saya kepada gereja dan saya dapat merasakan bahwa pelayanan ini merupakan perwujudan kasih Tuhan. Saya merasa biasa saja ketika melayani tanpa dipuji, dan saya juga merasa bahwa ini juga merupakan panggilan sebagai murid Kristus, dan saya melihat "tangan Tuhan" sebagai tangan yang rela melayani, seperti dalam Markus 10:45 - "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
ACT:
Dari pengalaman ini, saya berharap dapat mengubah diri menjadi lebih rendah hati terhadap sesama dan bersedia melayani sesama dan juga apa yang saya tulis disini bisa saya buktikan dalam kegiatan sehari-hari saya. Rencana saya ke depan mungkin saya bisa berpartisipasi dalam pelayanan sebagai misdinar, penyambut tamu, ikut paduan suara gereja, dan lain-lain, berbagi bersama dengan orang yang membutuhkan, dan juga bisa mengikuti doa lingkungan kalau misalnya ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar